Home > Fiksi > Aku Suka Caramu Mengunyah Sedotan

Aku Suka Caramu Mengunyah Sedotan

“Tidak bisa, anak muda!” Kata ibu berbaju gypsy yang duduk di depanku itu. “Hitung-hitungan angka kelahiranmu dan angka kelahirannya berhenti di sebuah angka jelek. Kecil sekali harapan kalau hubungan kalian bisa dipertahankan.” Lanjutnya.
“Jadi itu sebabnya kenapa saya dan dia ribut terus? Sampai berulang kali putus nyambung?” Tanyaku.
“Itu salah satunya.”
“Kalau begitu, tolong hilangkan saja dia dari pikiran saya.” Ujarku.
“Tidak bisa, anak muda.” Katanya lagi. “Saya hanya bisa meramal dengan angka, bukan menghapus memori.”
“Tapi kata teman saya yang biasa ke sini…”
“Ya sudah! Hapus memori ke teman kamu saja.” Potongnya.
“Oh, maaf.”
“Sementara ini kau tenangkan saja pikiranmu. Hasil ramalan tadi masih bisa berubah seiring berjalannya waktu. Tapi sebelumnya, ceritakan dulu. Apa yang membuatmu jatuh cinta pada perempuan itu?” Tanyanya.
“Saya tidak tahu.” Jawabku. “Saya tidak tahu sejak kapan. Tiba-tiba saya merasa nyaman saat di dekatnya. Jantung saya berdegup lebih kencang dari biasanya. Dan mata saya tak sanggup memandanginya lama-lama. Semuanya berjalan begitu saja, lalu saya mengikutinya perlahan-lahan.”
“Mengikuti bagaimana?” Tanyanya lagi.
“Mengikuti dan membiarkan saja perasaan itu semakin kuat dari hari ke hari.”
“Bagus, anak muda. Bila cinta sudah memanggilmu, ikutilah ke mana dia pergi.”
“Eh, sebentar. Itu kata siapa, madam? Ahmad Dhani bukan?” Tanyaku.
“Benar, dicopy paste dari Kahlil Gibran.”
“Oh.”

“Nah, sekarang ingat-ingat lagi. Apa yang membuatmu jatuh cinta pada perempuan itu?” Tanyanya lagi.

Aku berpikir keras, berusaha mendatangkan lagi memori tentang hal-hal kecil yang pernah kujalani dengan perempuan yang setahun terakhir menjadi kekasihku itu.

“Mungkin cara dia mengunyah sedotan, madam.“ jawabku. “Dia terlihat cantik dan lucu sekali saat mengunyah sedotan. Setahun yang lalu, di sebuah malam minggu.”

***

Ditulis untuk Artasya Sudirman

  1. Pia
    06/07/2010 at 8:59 am

    setelah para the hermes heboh dii twitter, aku baru tau ini Macha \m/

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: