Home > Fiksi > Kisah Paling Menyejukkan

Kisah Paling Menyejukkan

“Jadi kalian ingin belajar mengaji disini?” tanya kakek-kakek berjanggut itu.
“Ya, Ki.” Keduanya mengangguk bersamaan. Dua pemuda itu, yang satu berkacamata. Satunya lagi dengan style cuek ala anak muda jaman sekarang.
“Kenapa?” kakek itu bertanya lagi.
“Kami bosan dengan pekerjaan kami, Ki.” Keduanya menjawab kompak seperti koor. Terdengar hampir menggema di ruang musholla yang tidak terlalu besar itu.
“Baiklah, Nak. Apa pekerjaanmu sebelum ini?” tanya kakek itu pada yang berkacamata.
“Saya sutradara film porno, Ki.”
“Kenapa? Tidak adakah pekerjaan lain yang lebih baik?”
“Saya tidak tahu, Ki. Kadang saya juga merasa terjebak dengan pekerjaan ini. Saya sebenarnya tidak punya latar belakang pendidikan di film. Saya hanya learning by doing. Awalnya hanya iseng, membuat film porno dengan media HP, lalu dengan handycam, ternyata pasar menyukainya. Lalu saya coba membuatnya dengan kamera profesional, dan pasar makin menyukai. Akhirnya saya terpaksa melanjutkan hobi dan pekerjaan ini sampai sekarang. Saya terjebak, Ki.” Jawab pemuda berkacamata yang mulai berkaca-kaca itu.

Kakek itu tersenyum kecil, lalu bertanya ke pemuda yang satunya.

“Kalau kamu, Nak? eh.. siapa nama kamu?”
“Dedo.”
“Nak Dildo..”
“De-do Ki.”
“Eh maaf. Nak Dedo, apa pekerjaan kamu?”
“Saya penjaga rental DVD, Ki.”
“DVD porno?”
“Ennggg, benar, Ki.”
“Oh, sutradara film porno dan pengedar DVD porno. Pantas kalian berdua terlihat serasi sekali.”

Dua pemuda itu hanya tersenyum kecut. Kakek-kakek itu lalu menunjuk yang berkacamata, “Nak, kamu seorang sutradara kan? Buatlah film yang mendidik, bukan film porno kacangan seperti yang biasa kamu buat. Di dunia ini ada banyak sekali tokoh-tokoh besar yang semangat dan jalan hidupnya sangat layak untuk dijadikan inspirasi untuk lahirnya sebuah film. Kebijaksanaan Sayyidina Umar, kesabaran Sayyidina Ali, perjuangan tak kenal lelah dan semangat Jendral Sudirman, itu hanya sebagian kecil contoh. Intinya, buatlah film yang bisa memberikan pencerahan dan pelajaran positif buat para penonton. Siapa tahu beberapa tahun kedepan kamu bisa sehebat dan seterkenal Alan Budikusuma.”
Yang berkacamata tampak bingung, tapi tetap mengangguk, “Baik Ki.”

“Dan kamu, Nak Dedo. Kamu pintar menulis kan? sepertinya kamu menguasai penulisan skenario deh. Buktinya kamu mengerti FADE IN/OUT, FLASHBACK, DISSOLVE, CUT TO, dan lain-lain. Gunakan keahlian kamu untuk menulis cerita yang baik-baik saja. Bukan notes gila-gilaan seperti yang biasa kamu tulis. Tulislah cerita yang mengajak orang untuk selalu beramar makruf dan nahi mungkar. Bekerjasama dengan temanmu ini sepertinya juga bukan hal yang buruk. Kamu penulis, dia sutradaranya. Kalian bisa bekerjasama membuat satu film besar. Kalian adalah duet sempurna, tidak kalah dengan duet Dwight Yorke dan Thom Yorke. Tapi ingat, buatlah film yang bisa memberikan pencerahan dan pelajaran positif. Misalnya, Laskar Pelangi, kamu bisa mencontoh semangat tak kenal menyerahnya si Ikal. Kamu paham kan maksud saya?”
Dedo juga terlihat bingung, tapi tetap mengangguk, “Paham, Ki.”

Ki Sadi, – nama kakek itu tersenyum, lalu melanjutkan bicaranya, “Ini bulan baik, Nak. Jangan dikotori dengan dendam, apalagi menulis notes yang tidak-tidak. Besok negara tercinta ini akan merayakan kemerdekaannya. Tak lama setelah itu kita sudah memasuki bulan Ramadhan. Bulan penuh rahmat dan ampunan bagi mereka yang beriman. Bertobatlah, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Tak ada dosa yang tak diampuni, tak ada doa yang tak dikabulkan. Kalian masih muda. Kalian orang pintar dengan otak bersinar. Kalian masih punya banyak waktu untuk memberikan yang terbaik buat agama, nusa, dan bangsa ini.”

Dua pemuda berbeda nasib itu hanya bisa menangis terharu, lalu berpelukan.

***

Malang, 16 Agustus 2009

Ditulis untuk membalas notes Fajar Nugros & Dedo Dpassdpe

Diposting ulang hari ini, 12 Januari 2011

Categories: Fiksi Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: